Berikut 5 Alasan Kenapa Jakarta Sudah Tidak Cocok Lagi Jadi Ibukota Indonesia

6 Shares

Wacana pemindahan ibukota Indonesia sudah diusulkan sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Banyak alasan yang dikemukakan, seperti pemerataan ekonomi yang kurang tersebar di daerah lainnya di Indonesia, permasalah ibukota saat ini yang semakin pelik, dll. Berikut 5 alasan kenapa jakarta sudah tidak cocok lagi jadi ibukota:

  1. Kemacetan yang Parah
    Jakarta terkenal dengan kemacetannya yang parah. Mungkin ini disebabkan oleh banyaknnya kendaraan pribadi yang melintas di sana. Arus kendaraan tersebut datang dan pergi dari berbagai penjuru daerah di sekitarnya, seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Selain menghambat pertumbuhan ekonomi, kemacetan pun menimbulkan masalah psikologis, seperti stres dan depresi. Alternatif seperti Bus Transjakarta hingga peraturan daerah seperti 3 in 1 atau ganjil-genap tidak bisa mengatasi kemacetan di Jakarta.
  2. Langganan Bencana Banjir
    Alasan lain kenapa Jakarta sudah tidak cocok lagi jadi ibukota karena seringnya mengalami bencana banjir di kala musim hujan tiba. Tidak hanya faktor cuaca semata, banjir kiriman dan kerusakan lingkungan pun memperparah kondisi Jakarta. Selain menghambat laju pertumbuhan ekonomi, banjir pun menimbulkan masalah kesehatan bagi warganya, seperti penyakit diare, demam berdarah, tifus, dll.
  3. Terlalu Terpusat di Pulau Jawa
    Ibukota dan kota-kota besar penting lainnya seperti Bandung, Semarang dan Surabaya berada di pulau jawa. Banyak hal penting yang terlalu terpusat di pulau jawa, dan hal tersebut bisa menimbulkan kecemburuan sosial bagi warga lainnya di luar pulau jawa. Selain itu, hal ini pun berdampak tidak meratanya pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah lainnya Indonesia. Alternatifnya, ibukota harus dipindahkan ke luar pulau jawa, seperti Palangka Raya atau daerah di pulau luar jawa lainnya.
  4. Populasi Penduduk yang Semakin Membludak
    Menurut data dari Bappeda DKI Jakarta, pertumbuhan penduduk Jakarta meningkat setiap tahunnya. Selain karena angka kelahiran yang besar, hal ini pun ditambah dengan arus urbanisasi yang tak terbendung setiap tahunnya. Tercatat pada tahun 2014, jumlah penduduk Jakarta mencapai angka 10.075.300 jiwa. Bagaimana dengan sekarang? Mungkin saja populasinya bisa menyamai kota Mumbai di India, jangan sampai deh.
  5. Berbagai Aneka Macam Masalah Lainnya
    Banyak masalah yang timbul di Jakarta, seperti masalah lingkungan yang diantaranya adalah masalah pengelolaan sampah, polusi udara, sungai yang tercemar, berkurangnya daerah resapan air, dll. Masalah sosial seperti kemiskinan, seks bebas, sering terjadinya konflik, dan berbagai aneka macam masalah lainnya yang sedang menimpa ibukota kita, seperti masalah reklamasi, KKN, dll.

Sebagai alternatif, Jakarta bisa dijadikan sebagai pusat perekonomian seperti halnya New York. Sedangkan ibukota bisa dipindahkan ke luar pulau jawa, seperti Palangka Raya yang berada di tengah Indonesia atau mungkin Pontianak yang dekat dengan negara tetangga seperti Singapura, Brunei dan Malaysia. FYI, Jonggol pun pernah menjadi salah satu kandidat ibukota baru saat era Presiden Soeharto.

6 Shares

Ray Indra Taufik Wijaya

Content Writer and Founder of MELTIK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *