Kisah Nyata; Pernah jadi korban Bullying? Yuk, kita telusuri

15 Shares

 

Siapa yang tidak pernah menjadi korban bullying banyak kasus yang menimpa anak-anak didalam Negeri maupun diluar Negeri sendiri. Yang dibayangkan oleh kita menjadi korban bullying sangatlah menyakitkan, malu, rasanya hidup sudah tidak ada artinya lagi “begitu yang ada dalam pikiran korban bullying!! Setiap hari akan ada rasa takut untuk pergi ke sekolah, apalagi keluar rumah. Antara korban dan pelaku hanya anak-anak maupu dewasa.  Karena  si Pelaku bisa bertindak “Nge-Bos-in”! Sebuah Inspiration yang bisa kita dapatkan dari salah satu Narasumber kita “Dara” (Nama Samaran) menjadi korban bullying  selama 3 tahun disekolah.

Diduga Korban Bully di Sekolah, Siswi SMP Menghadapinya selama 3 tahun

Dari Narasumber, Sebut saja “Dara” (Nama Samaran, demi melindungi korban). Dara siswi SMP kelas 3 yang sebentar lagi akan menghadapi sebuah Ujian Nasional disekolahnya.

Kronologinya :

Dara sapaan itu lah yang dia kenalkan didepan teman-teman sekelasnya saat menjadi siswi baru disekolahan tersebut. Tak dirasa Dara memang dengan siapa saja bergaul tanpa terkecuali, banyak kakak seniornya yang menyukai Dara. Dara duduk sebangku dengan wanita tomboy yg Dara pikir dia yang terbaik ternyata sama saja hanya teman yang berbulu srigala.
Dara sejak sekolah selalu diantar oleh ayahnya dengan “Mobil” karena sekolahan Dara termasuk yang terpencil. Jadi hal yang aneh oleh murid-murid yang lain melihat Dara dianter-jemput dengan mobil “semua mata melirik sinis dan dengki”. Tapi tidak untuk kakak senior dia mendekati Dara dan membuat perempuan-perempuan dikelas mulai mengatainya, melecehkannya, dan menjelek-jelekannya. Dara selalu bersikap manis kepada teman-temannnya dengan cara itu dia bisa mendekati mereka tanpa ada pemusuhan!

Tapi yang terjadi Dara dijauhin. Puncaknya saat orangtua Dara datang untuk membayar Lunas Uang SPP selama setahun penuh makin panas satu kelas bertingkah aneh menggangap Dara “Anak Orang Kaya”. Pada suatu ketika “Dara mendapatkan Telpon dari seorang wanita yang suaranya sudah tidak asing lagi untuk Dara. Ya, dia perempuan yang menganggap dirinya berkuasa dikelas sehingga yang lain harus bertekuk lutut olehnya. Suara itu terdengar dibalik telphon rumah yang mengatakan “Hay Jabl*y jangan sok cantik, dasar pe*un, Lon*e” semua kata-kata itu sangat kasar, dibalik telphon tersebut ada seorang yg terbahak ketawa dan Dara mengetahuinya. Nangis hanya nangis yang Dara dapatkan setiap hari dikelas tanpa hentinya ingin pindah sekolah, tapi tidak pernah ada keberanian untuk memintanya jika hal ini semua dikasih tau orangtua secara detail dengan kata-kata ditelphon tersebut justru Orangtua Dara tidak akan bertindak diam saja.

Tidak hanya berlanjut disana, mugkin hanya Dara yang membawa motor ke sekolah dan membuat teman sekalasnya tambah geram melihat Dara yang bisa bawa kendaraan sendiri. Disatu sisi teman sekalas Dara sebut aja “Jaka” ingin meminjam motor Dara tapi karena amanah dari Orangtua Dara bahwa Motor tersebut tidak boleh dipinjamkan kepada siapapun. Dara pun menolaknya untuk meminjamkannya!! Jaka kesal, motor Dara disumpel dengan batu ke dalam knalpotnya kemudian ditendang dan dijatuhin hingga spion motor Dara patah.
Sempat berkali-kali Dara mengutarakannya ingin pindah sekolah kepada ibu dan ayah Dara hanya mengatakan “Kenapa, Ada Apa” Tanpa berani Dara mengunggkapkan yang sebenarnya terjadi. Dara akhirnya bertahan dengan keadaan selama 3 tahun yang menyiksanya seperti ini, pada akhirnya Dara lulus SMP dan Dara tidak pernah lagi mau berurusan dengan SMP nya tersebut. Apalagi ikut acara reunian sekolah, acara ulangtahunan teman, maupun saat diundang kenikahan teman sekelasnya. Dara tidak mau berhubungan lagi dengan mereka begitu pun di Sosmed Dara memblokir permintaan pertemanan kepada mereka yang pernah menyiksa Dara saat SMP.“Tutur, Dara saat ditanya”

Dan mungkin saja real story dari Dara ini bisa dibaca oleh salah satu temen SMP nya dan bisa tau siapa dalang dibalik semua cerita Dara ini. End then guys hiduplah dengan wajar saja kita dari kecil di ajarakan untuk selalu berbut baik, bukan? terhadap sesama, diajarkan juga disekolah maupun dilingkungan. Apa karena pergaulan yang menyebabkan kalian menghina, mencaci, mengucilkan seseorang yang kau anggap dibawah atau diatas yang kalian tidak mampu untuk menyainginya. Kita bisa saja jadi korban dan kita bisa saja jadi pelaku dari kasus bullying ini. Korban bullying itu bisa saja berakibat fatal untuk dirinya sendiri, korban bisa saja meninggal, atau mengakhiri hidupnya sendiri agar terbebas dengan para pelaku tindakan yang bisa dibilang menyerang “sikolog” mereka.

Tidak tanggung-tanggung yang menjadi pelaku sendiri bisa anak usia dini hingga dewasa. Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos Sosial Nahar juga mengatakan kalau tahun ini pihaknya semakin banyak menerima laporan bullying dibandingkan tahun lalu.

Kasus bullying atau perundungan pada anak-anak meningkat dan tidak bisa dibiarkan, karena akan menimbulkan masalah serta meresahkan masyarakat. Bullying menjadi perhatian Kementerian Sosial. Dari data survei, sebanyak 84 persen anak usia 12 tahun hingga 17 tahun pernah menjadi korban bullying. Dari layanan yang dibuka Kemsos melalui telepon sahabat anak atau (Tespa), sejak Januari hingga 15 Juli, tercatat ada 976 pengaduaan dan 17 adalah kasus bullying.

Masih ingat tentunya dibenak kita kejadian bullying yang terjadi ditahun 2017. Berikut 4 khasus Bullying di Indonesi hingga korban meninggal dunia :

  1. Siswi SMP N 273 Jakarta – Juli 2017
    Gambar terkait
    Aksi pembullyan yang dilakukan oleh siswa berseragam putih-biru ini mmperlihatkan perlakuannya dengan mendokumentasikan melalu video. Siswi tersebut tampak terpojok, dengan tiba-tiba rambutnya dijambak hingga korban terjatuh Siswa lain juga ikut menjambak dan memukul kepala siswi tersebut.  Bukannya memisahkan, sejumlah siswa-siswi yang menonton malah meminta agar korban mencium tangan dua orang yang mem-bully dia. Lebih parahnya siswi yang dibully tersebut disuruh untuk mencium kaki para pembully.
  2. Farhan Mahasiswa Gunadarma – 2017
    Gambar terkait
    Seperti diketahui, sebuah video berdurasi sekira 15 detik viral di sosial media. Dalam video tersebut terlihat terjadi aksi bullying terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus oleh mahasiswa lainnya. Korban tampak dipermainkan dengan ditarik tasnya oleh pelaku, namun korban tampak berusaha berontak dan menghindari keramaian tersebut.
    Akhirnya korban berhasil melepaskan dari jeratan iseng pelaku, ia pun menjauh dari kerumumnan dan sempat melemparkan tempat sampah ke arah pelaku.

Kebiasaan buruk tersebut itu tentu merugikan semua orang jika tidak segera ditangani dengan baik. Biasanya bullying dilakukan dengan untuk mempersepsikan dirinya lebih kuat. Dengan maksud mengerjai, membahayakn fisik, mental atau emosional melalui pelecehan dan penyerangan. Tak sedikit kasus bullying di Tanah Air yang menimbulkan trauma, luka, bahkan hingga merenggut nyawa.

15 Shares

One thought on “Kisah Nyata; Pernah jadi korban Bullying? Yuk, kita telusuri

  • 29/11/2017 at 11:40
    Permalink

    Stop bullying guys karena bisa merugikan korban dan diri sendiri, lbih utama korbannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *